| Penggrebekan Teroris di Pamulang Langkah Antisipatif Tangkal Terorisme | ||||
|
|
Jakarta, Pemerintah mengapresiasi kinerja polisi dalam penggerebekan tersangka teroris di Pamulang, Tangerang. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar di sela-sela kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Canberra Australia, mengatakan, penangkapan itu merupakan langkah antisipasi agar terorisme tidak muncul lagi, dan pemerintah memang tidak boleh berhenti dalam pemberantasan terorisme. Meski demikian, Patrialis berharap para teroris bisa ditangkap hidup-hidup. Menurutnya, aksi penggrebekan di Pamulang bukanlah kecolongan menjelang kunjungan Presiden Amerika SerikatĀ Barack Obama. Dalam operasi penggrebekan di Pamulang Tangerang kemarin, Polri berhasil menembak mati tiga tersangka teroris. Dalam aksi penyergapan di kawasan permukiman dan pertokoan Pamulang itu, Tim Densus 88 Mabes Polri juga berhasil menangkap hidup-hidup dua tersangka lain. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol)i Edward Aritonang mengungkapkan, penyergapan dilakukan di dua lokasi yakni di Jalan Siliwangi dan Jalan Setia Budi, Pamulang, Tangerang, Banten. Salah seorang tersangka teroris dengan inisial Y-I yang ditembak mati di Ruko Multiplus, ditengarai sebagai Umar Patek yang juga menjadi buronan Interpol. Namun, Polri menduga Y-I sebagai pemasok senjata dan pendukung dana bagi kegiatan teroris. (Mandala Yudhi/HF) |
| Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 10 Maret 2010 07:59 ) |




