Berita Terkini

Obama Serukan Rencana Pembangunan Prasarana S

Jakarta, Presiden Barack Obama menyerukan rencana pembangunan prasarana senilai 50 milyar dolar AS, se...

Selengkapnya

DPRD Pamekasan Sayangkan Tidak Adanya Operasi

News image

Pamekasan, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi menyayangkan, hingga mendekati Lebaran rupan...

Selengkapnya

Pertemuan RI-Malaysia Harus Hasilkan Keputusa

Tanjungpinang, Pertemuan Menteri Luar Negeri RI dan Malaysia di Kinabalu hendaknya menjadi dasar keing...

Selengkapnya

Berita Pilihan

Error: Any articles to show

DPRD Kabupaten Bangka Bantah Terima THR dari Pihak Ketiga
Selasa, 07 September 2010 18:12    PDF Cetak E-mail

Sungailiat, Anggota DPRD Kabupaten Bangka menolak pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukan Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka. Tersebar kabar adanya dinas/Instansi yang menghimpun dana untuk memberikan THR kepada anggota Dewan, dibantah anggota DPRD dari Komisi A.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Bangka Syamsuni, tidak ada aturannya anggota Dewan menerima THR. Kepada RRI, Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Bangka Syamsuni mengatakan, selain SKPD juga pihak ketiga diminta untuk tidak melakukan pemberian THR kepada angggota Dewan.

Menurut Syamsuni, yang wajib dilakukan saat ini yakni perusahaan membayar THR kepada karyawannya. Pembayaran THR bagi karyawan yang belum dilakukan pihak perusahaan, agar segera dilaksanakan karena waktu Lebaran sudah semakin dekat.

Anggota DPRD Kabupaten Bangka Syamsuni juga meminta kepada para pekerja yang belum menerima THR untuk proaktif, baik mempertanyakan kepada pihak perusahaan maupun melaporkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini kepada Dinas Tenaga Kerja setempat.

(Rustian Al Ansori/HF)

 
BNPB Siapkan Lokasi Pengungsian di Gunung Talang Sumbar
Selasa, 07 September 2010 17:04    PDF Cetak E-mail

Padang, Sebagian besar gunung di Sumatera Barat rata-rata memiliki status B, bahkan ada juga yang berstatus A aktif seperti Gunung Talang yang ada di Kabupaten Solok.

Belajar dari evaluasi kondisi masyarakat di pengungsian sekitar Gunung Sinabung Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, yang saat ini sedang dalam status Awas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus dalam upaya menyiapkan tempat evakuasi representatif bagi masyarakat di sekitar Gunung Talang bila terjadi perubahan kondisi. Langkah antisipasi tersebut tidak dilakukan ketika Gunung Sinabung mengancam masyarakat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Priyadi Kardono M.di Padang mengakui, pihaknya tidak sempat mempersiapkan lokasi pengungsian bagi masyarakat di sekitar Gunung Sinabung, sehingga saat ini masyarakat mengeluhkan tentang kondisi lingkungan dan sanitasi yang buruk di lokasi pengungsian.

Menurutnya, lokasi tersebut seperti tempat penginapan yang luas, namun fasilitas toiletnya yang sangat terbatas, sehingga dengan mudahnya sejumlah oknum masyarakat sekitarnya justru memanfaatkan kondisi tersebut dengan mengkomersilkan beberapa jamban yang disediakan.

Karena itu, untuk mengantisipasi terulangnya pengalaman di Gunung Sinabung, kata Priyadi Kardono, pihaknya sejak dini telah memetakan jalur evakuasi dan mempersiapkan lokasi pengungsian yang baik bagi masyarakat di sekitar Gunung Talang di Sumatera Barat.

Sementara itu, bagi sejumlah Gunung di Sumatera Barat yang memiliki status B, seperti Gunung Tandikek, Singgalang dan Merapi, menurut Priyadi Kardono, pihaknya juga akan melakukan pemetaan jalur evakuasi dan menentukan lokasi pengungsian yang layak dalam beberapa bulan ke depan. Disamping itu, pihaknya juga tetap melakukan sosialiasi kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung berstatus A, agar berhati-hati dan siap meninggalkan rumahnya jika sewaktu-waktu kondisi status gunung berubah menjadi lebih berbahaya.

(Diah Utami/HF)

 
Juru Parkir Panen Besar Jelang Lebaran
Selasa, 07 September 2010 13:10    PDF Cetak E-mail
juru-parkirMataram, Keberkahan bulan suci Ramadhan 1431 H, tidak hanya dirasakan Pengusaha, Pedagang maupun kalangan lainnya, tetapi juga juru parkir yang bertugas mengatur dan menjaga keamanan kendaraan pribadi warga.

Pertengahan bulan suci Ramadhan sampai dengan menjelang Lebaran 1431 H, kenikmatan berlimpah berupa rezeki dalam bentuk nominal diperoleh Juru Parkir terutama yang bertugas di Pusat-Pusat Perbelanjaan.

Di Kota Mataram misalnya, Juru Parkir yang bertugas di lokasi paling minim memperoleh pendapatan, di bulan suci ramadhan 1431 H mengalami peningkatan sampai dengan 300 persen.

Amin, seorng juru parkir di Cakranegara, biasanya memperoleh Rp 25 ribu setiap hari, 15 hari menjelang Lebaran rata-rata mendapatkan masukan mencapai Rp 85 ribu.

Dari pendapatan yang paling minim di lokasi parkir yang termsuk katagori sepi, justru memperoleh pungutan yang signifikan. Dengan kondisi yang demikian, dapat dipastikan juru parkir yang bertugas di Pusat Perbelanjaan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi, mencapai Rp 1 hingga 2 juta lebih per Kepala per hari.

Jika di asumsikan, jumlah juru parkir di Kota Mataram mencapai 200 orang dengan rata pendapatan per hari Rp 300 ribu, maka dana yang diperoleh setiap hari mencapai Rp 60 juta rupiah.

Dana sebesar Rp 60 juta itu, untuk ukuran Kota Mataram cukup tinggi, sehingga sangat jelas kehadiran bulan Suci Ramadhan 1431 Hijriyah, berkahnya tidak hanya dirasakan, masyarakat yang memiliki rezeki berlebihan, tetapi juga ummat yang tercatat sebagai juru parkir. (Nasrudin Zein/DS)
 


Halaman 1 dari 1537