Berita Terkini

Obama Serukan Rencana Pembangunan Prasarana S

Jakarta, Presiden Barack Obama menyerukan rencana pembangunan prasarana senilai 50 milyar dolar AS, se...

Selengkapnya

DPRD Pamekasan Sayangkan Tidak Adanya Operasi

News image

Pamekasan, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi menyayangkan, hingga mendekati Lebaran rupan...

Selengkapnya

Pertemuan RI-Malaysia Harus Hasilkan Keputusa

Tanjungpinang, Pertemuan Menteri Luar Negeri RI dan Malaysia di Kinabalu hendaknya menjadi dasar keing...

Selengkapnya

Berita Pilihan

Error: Any articles to show

DPRD Pamekasan Sayangkan Tidak Adanya Operasi Pasar Jelang Lebaran
Selasa, 07 September 2010 19:16    PDF Cetak E-mail

Pamekasan, Ketua Komisi B DPRD Pamekasan Hosnan Achmadi menyayangkan, hingga mendekati Lebaran rupanya tidak ada rencana Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk menggelar Operasi pasar untuk meringankan beban masyarakat.

Hosnan Achmadi menerangkan, meskipun harga sejumlah kebutuhan bahan pokok masih tergolong stabil, namun akibat cuaca yang tidak menentu seperti turunnya hujan  beberapa waktu lalu, menyebabkan daya beli masyarakat ,khususnya petani tembakau dan pengolah garam rakyat, terpuruk.

Kenyataan ini seharusnya ditanggapi serius Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan menggelar Operasi Pasar sehingga masyarakat mampu mendapatkan kebutuhan pokok yang murah serta dapat merayakan Lebaran layaknya tahun-tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, akibat hujan yang berkepanjangan, bahkan terkadang masih turun saat tanaman tembakau petani memasuki musim panen, dapat menyebabkan turunnya kualitas daun tembakau, yang berimbas pada rendahnya nilai jual, di samping gagalnya sejumlah petani garam rakyat yang disebabkan oleh kurangnya pasokan panas sinar matahari sebagai kebutuhan vital di dalam menggarap butiran kristal garam.

(Andre Havid/HF)

 
Sebanyak 52 ribu TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mudik lebaran kekampung halamannya.
Minggu, 05 September 2010 16:21    PDF Cetak E-mail
BANDARA_SELAPARANG_LOMBOKMataram, NTB, -Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan mudik Lebaran, melalui Bandara Selaparang Lombok, diperkirakan mencapai 52 ribu orang, sehingga diperlukan pengamanan ekstra ketat supaya tidak terjadi gangguan kriminal.

Usai meresmikan Media Center Angkutan Lebaran 1431 H dan Website Dishubkominfo NTB, Wakil Gubernur NTB H.Badrul Munir menekankan semua jajaran terkait, Kepolisian, Perhubungan maupun jajaran Bandara dan Pelabuhan supaya memberikan pelayanan pengamanan yang memadai kepada TKI.

Wakil Gubernur NTB mengingatkan selain menjamin keamanan TKI ketika sampai di Bandara, juga pengamanan di Jalan raya mengingat adanya perubahan karakteristik arus mudik, yang lebih dominan menggunakan sepeda motor.

Upaya memberikan pengamanan yang optimal penting dikedepankan mengingat kontribusi TKI dalam ikut membangun NTB dengan pengiriman dana segar dari Luar Negeri kepada keluarga mereka di Lombok, setiap hari rata-rata mencapai satu milyar rupiah.

Sesuai dengan pengalaman empirik tahun sebelumnya,arus mudik mencapi puncaknya termasuk TKI yang datang terutama dari Malaysia, H min dua.

Antisipasi pengamanan terhadap kedatangan penumpang arus mudik Lebaran  melalui Bandara Selaparang Mataram, sudah dibangun posko khusus dengan melibatkan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan dan Angksa Pura.

Kadishubkominfo NTB Ridwansyah menjelaskan dalam memberikan pengamanan kepada pemudik, pihaknya menjalin kerjasama secara terintegrasi dengan jajaran Kepolisian, Jasa Raharja dan memberikan pelayanan internet gratis di Pelabuhan maupun Bandara dan Terminal. (nasarudin/HR)
 
Ekonomi Malaysia akan jalan ditempat apabila Pemerintah Indonesia menarik pulang seluruh TKI ke tanah air
Minggu, 05 September 2010 14:47    PDF Cetak E-mail
TKI_DI_PERKEBUNANSungailait, Babel, -PerEkonomian Malaysia akan staknan atau berjalan ditemnpat apabila seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali ke Indonesia.  Sebab hampir seluruh tenaga kerja yang bekerja di Malaysia berasal dari Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  harus tegas, namun tegas ini bukan berarti perang,  sehingga dapat menunjukkan warna jati diri bangsa Indonesia sebagai Negara yang besar.

Anggota Komisi IX DPR RI Rudiyantoo Tjen menilai tidak seperti saat ini, dengan pidato Presiden SBY yang menanggapi hubungan Indonesia–Malaysia hal tersebut jelas-jelas menunjukkan kelemahan Indonesia dimata Malaysia dan selain itu Indonesia seakan-akan mengibah belas kasih kepada Malaysia untuk berunding. Seharusnya sebagai kepala negara ,SBY seharusnya bertindak tegas dengan memberikan peringatan kepada Malaysia.

Kepada RRI di Sungailiat, akhir pekan ini,Rudiyanto Tjen mengatakan, SBY dapat saja memaksa Malaysia dengan mengajukan sejumlah syarat sesuai dengan keinginan Indonesia. Diantaranya agar Malaysia tidak main–main, terhadap penganiayaan yang masih sering terjadi tehadap TKI.  

Dalam pengiriman TKI sudah ada moratorium antara Indonesia dengan Malaysia, namun kenyataannya ribuah TKI masih saja berangkat ke Malaysia untuk mengadu nasib.

Menurut Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan Rudiyanto Tjen hasil kunjungannya ke Malysia Gaji Para TKI tidak terlalu tinggi dibayar antara 70 hingga 80 ribu per hari, sama dengan pekerjaan merumput di  Bangka Belitung.

Sebagian besar TKI Bukan tenaga ahli,mereka bekerja sebagai buruh bangunan; tukang kebun; serta pembantu rumah tangga.  

sebaiknya Pemerintah Indonesia segera memanggil para TKI yang bekerja sebagai buruh di Malaysia dengan menampung mereka melalui pembukaan sekian juta hektar perkebunan di Indonesia untuk bekerja.

Menurut Rudiyanto Tjen  cara tersebut jauh lebih bergengsi dari pada menghibah–hibah ke Malaysia.

Jutaan Pekerja Indonesia yang ada di malaysia bila dipulangkan seluruhnya, ekonomi Malaysia akan staknan karena  ladang–ladang produksi Malaysia  dominan pekerjaanya melibatkan Tenaga Kerja Indonesia.(rustian al anshori/HR)
 


Halaman 1 dari 461