| Dani Pedrosa Raih Gelar ke-4 di San Marino |
| Senin, 06 September 2010 11:27 |
 |
 |
 |
|
| 
Jakarta, Dani Pedrosa kembali tampil dominan kala merebut kemenangan kedua dalam dua seri berturut-turut di GP San Marino, Minggu (5/9/2010). Sementara itu, tuan rumah Valentino Rossi berhasil kembali ke podium dengan menempati posisi tiga. Belum selesai merayakan kemenangan di GP Indianapolis pekan lalu, pembalap Repsol Honda bertekad membukukan podium utama untuk kedua kalinya dalam satu pekan. Memulai balapan dari pole position, Pedrosa langsung tancap gas demi menjauhi sang pimpinan klasemen sementara, Jorge Lorenzo (Fiat Yamaha). Lorenzo sempat merosot ke posisi tiga di awal lap pertama, ketika Casey Stoner menyalipnya. Namun, Lorenzo berhasil merebut kembali posisi dua dari pembalap Ducati asal Australia. Valentino Rossi, yang memulai balapan di posisi empat, berhasil mempertahankan posisinya, sambil berusaha mendekati Stoner. Nasib sial menimpa juara dunia 2006, Nicky Hayden. The Kentucky Kid langsung tersungkur di tikungan kedua lap pertama ketika Desmosedici miliknya bertabrakan dengan pembalap senior, Loris Capirossi. Alhasil, keduanya harus meninggalkan balapan lebih cepat. Lorenzo berusaha menjaga jarak dengan Pedrosa. Namun, memasuki lap ke-7, Pedrosa berhasil menjauh dari Por fuera dengan gap tiga detik. Di lap ke-8, The Doctor semakin memberi tekanan kepada Casey Stoner demi merebut satu tempat di podium, setelah hanya menempati posisi empat di Indianapolis. Rossi sempat menyalip jawara dunia 2007 di tikungan. Sayang, Rossi gagal mengendalikan M1 miliknya sehingga Stoner berhasil merebut kembali posisinya. Namun, bukan Rossi namanya jika menyerah begitu saja. Tujuh kali juara dunia MotoGP kembali menekan Stoner di lap 11. Kali ini, usahanya berhasil. Rossi memasuki lap 12 di posisi tiga. Belum sempat merebut kembali posisinya, Stoner justru kembali tercecer setelah Andrea Dovizioso, yang menempel ketat keduanya dalam beberapa lap terakhir, menyalip ke posisi empat. Runner-up GP Indianapolis, Ben Spies, gagal mengulangi performa impresifnya pekan lalu. Mantan juara dunia Superbike harus puas menempati posisi enam setelah terlibat pertarungan dengan Colin Edwards. Marco Melandri, Randy De Puniet, Hector Barbera dan Alvaro Bautista pun terlibat pertarungan sengit memperebutkan posisi delapan. Sementara, pembalap Finlandia Mika Kallio gagal finish setelah hanya melahap 11 lap. Akhirnya, setelah Lorenzo tak mampu menawarkan perlawanan berarti, Pedrosa memasuki garis finish sebagai juara di lap 28. Pedrosa mencatat waktu 44 menit 22.059 detik sekaligus meraih kemenangan keempat sepanjang musim 2010. Lorenzo menyusul di posisi dua dengan selisih waktu 1.9 detik. Ratusan publik Misano pun menyambut gembira pahlawan mereka, Valentino Rossi, yang sukses mengamankan podium tiga. Kendati tak mampu merebut podium utama, The Doctor tetap menerima sambutan meriah oleh fans yang tumpah ke lintasan. Hasil GP San Marino: Pos Pembalap Negara Tim Waktu/Gap 1 Dani PEDROSA SPA Repsol Honda Team 44'22.059 2 Jorge LORENZO SPA Fiat Yamaha Team +1.900 3 Valentino ROSSI ITA Fiat Yamaha Team +3.183 4 Andrea DOVIZIOSO ITA Repsol Honda Team +6.454 5 Casey STONER AUS Ducati Team +18.479 6 Ben SPIES USA Monster Yamaha Tech 3 +28.385 7 Colin EDWARDS USA Monster Yamaha Tech 3 +34.934 8 Alvaro BAUTISTA SPA Rizla Suzuki MotoGP +38.157 9 Hector BARBERA SPA Paginas Amarillas Aspar +40.943 10 Marco MELANDRI ITA San Carlo Honda Gresini +42.377 11 Aleix ESPARGARO SPA Pramac Racing Team +45.906 12 Hiroshi AOYAMA JPN Interwetten Honda MotoGP +46.394 13 Randy DE PUNIET FRA LCR Honda MotoGP +50.481 14 Marco SIMONCELLI ITA San Carlo Honda Gresini +1'23.143 Tidak Finish Mika KALLIO FIN Pramac Racing Team Nicky HAYDEN USA Ducati Team Loris CAPIROSSI ITA Rizla Suzuki MotoGP
(Iwan Bagus-motogp.com/HF) |
|
|
| KONI mendukung Kompetisi Liga Tenis Meja Kasih Bangsa ketingkat internasional |
| Minggu, 05 September 2010 17:16 |
 |
 |
 |
|
Senayan, Jakarta.- Prakarsa Klub Tenis Meja Kasih Bangsa yang untuk pertama kalinya membuat gebrakan dengan menggelar Kompetisi Liga Tenis Meja dalam 7 seri di tahun 2010 dan menggelar Grand Final berskala Internasional selama 3 tahun secara berturut-turut, mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Pusat.
Pimpinan Klub Kasih Bangsa, Eka Wahyu Kasih Jum’at (3/8) diterima diterima oleh Sekjen KONI Pusat, Djati Waluyo dan Wakil Sekjen KONI Puat Sri Sudono Sumarto, yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo, di kantor KONI Pusat di Senayan Jakarta.
Dalam pertemuan itu Djati Waluyo mengatakan bahwa KONI Pusat mendukung penyelenggaraan Liga tenis meja Kasih Bangsa yang turut membantu menghidupkan kembali roda kompetisi tenis meja di tanah air, bahkan ke manca negara.
“Kita harus berterima kasih kepada orang seperti Pak Eka Wahyu ini, karena mau perduli untuk tetap menjaga adanya kompetisi, ini berarti pembinaan juga terus ada, karenya kita (KONI) selalu mensuport pihak-pihak yang membantu untuk tujuan meningkatkan prestasi olahraga nasional”, kata Djati Waluyo.
“Dengan rutinnya kompetisi kita harapkan prestasi jadi lebih baik, karenanya kami sangat bersyukur ada orang seperti pak Eka yang mau berkorban untuk perkembangan dan kemajuan prestasi tenis meja Indonesia. Kita butuh orang-orang seperti pak Eka Wahyu dan kami harapkan pak Eka dengan tenis meja Kasih Bangsanya bisa memberikan motivasi kepada yang lain”, ujar Djati.
Sementara itu usai pertemuan Pimpinan Klub Kasih Bangsa Eka Wahyu Kasih kepada wartawan mengatakan bahwa pertemuannya dengan KONI Pusat adalah untuk melaporkan bahwa saat ini dan seterusnya akan ada kegiatan kompetisi tenis meja yang akan terus bergulir dari kota ke kota sepanjang tahun dimana Grand Final akan digelar secara yang internasional.
“Kami telah membooking Tenis Indoor Senayan Jakarta untuk tiga kali selama tiga tahun berturut-turut untuk menggelar tiga kali penyelenggaraan Grand Final Liga Tenis Meja Kasih Bangsa ini, usai pelaksanaan liga yang tiap tahunnya di gelar dalam 7 seri diberbagai kota di Indonesia”, kata Eka Wahyu Kasih.
Khusus untuk Grand Final, Eka menjelakan bahwa sebanyak 12 negara telah diundang dan akan tampil dari perwakilan Asia, Eropa, Amerika dan Australia.
“Kami mengundang perwakilan negara yang dikenal kuat prestasi tenis mejanya di dunia internaional dan negara-negara yang dipastikan bakal tampil diantaranya China yang tela memastikan akan menurunkan 2 tim tangguhnya termasuk pelatihnya yang juga mantan juara dunia, selain itu juga ada Jepang dan Korea. Untuk Asia Tenggara Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia, sedang para atlet dari Eropa kami undang Jerman, Yunani, Swedia dan Belgia” , kata Eka.
“Kami mencoba menghadirkan penampilan sejumlah petenis meja dunia di Indonesia dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagaimana kwalitas permainan dunia, dan bagaimana pula permainan pesaing-pesaing kita di kawasan Asia Tenggara, kami harapkan nantinya kontribusi, pengalaman dan kualitas para pemain dunia ini bisa memberikan motivasi yang luar biasa kepada pera atlet tenis meja Indonesia untuk lebih terpacu pretasinya”, ungkapnya.
“Liga ini kami kreasikan dalam paduan antara dunia olahraga Indonesia (tenis meja) dengan pariwisata yang skaligus untuk memperomosikan dunia pariwisata Indonesia, karena usai melakukan pertandinga di grand final itu, para peserta dari manca negara ini khusus untuk tahun ini akan kami bawa ke Bali semua secara gratis” , ujar Eka yang juga pimpinan Sekolah STIE Kasih Bangsa ini.
“Untuk tahun ini kami rencanakan ke Bali, dan untuk selanjutnya kemungkinan akan kami ajak ke pusat wisata Indonesia lainnya, bisa ke Sulawesi atau Sumatra, tujuannya mempromosikan olahraga dan pariwisata” ujar Eka Wahyu Kasih yang juga seorang pengusaha ini.
Untuk tahun 2010 ini Liga Tenis Meja antar kota Kasih Bangsa seluruhnya berputar dalam 7 seri, dimana tiga seri telah berlangsung masing-maing di Jakarta (Februari), Serang (Juli-Agutus) dan Bandung (Agustus), sedang tiga seri sisanya telah di jadwalkan berlangsung di Medan (Oktober), Semarang (November) dan Garut (November), serta seri terakhir (ke-tujuh) yang merupakan Grand Final Internasional berlangsung pada 14 dan 16 Desember 2010.(lala hozilah/HR) |
|
| Sumsel Bangun Lintasan Ski Air Bertaraf Internasional |
| Sabtu, 04 September 2010 20:20 |
 |
 |
 |
|
Palembang, Sumatera Selatan kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan sejumlah venues untuk pelaksanaan Sea Games ke XXVI di Palembang tahun depan. Setelah mengerjakan stadion atletik dan kolam renang kelas dunia, Sumatera Selatan kini mulai menggarap pembangunan venues ski air bertaraf internasional.
Danau buatan yang berbentuk persegi panjang ini dibangun diatas lahan seluas 40 hektar. Danau dengan panjang 1200x200 meter ini harus mengorbankan 2 juta meter kubik tanah yang harus digali pada lahan tersebut.
Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah kepada RRI mengatakan, tanah hasil galian tersebut nantinya akan digunakan untuk menimbun lahan yang nantinya diperuntukkan untuk sejumlah venues lainnya seperti lapangan golf, voli pantai dan lapangan tembak.
Pembangunan lintasan ski ini memakan biaya sebesar 60 milyar rupiah lebih. Pengerjaannya sendiri dilakukan oleh pihak ketiga dan diharapkan akan rampung bersamaan dengan selutuh venues lainnya pada bulan Juli tahun depan. (Rian Apridhani/WD) |
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 514 |